Minggu, 19 April 2015

Optimisme Hidup

oHBob Butler kehiiangan kedua kakinya pada tahun 1965 akibat ledakan ranjau di Vietnam. Ia kembali ke negerinya sebagai pahiawan perang. Dua puluh tahun kemudian ia sekali iagi membuktikan kepahiawanan yang murni berasal dari lubuk hatinya.
Butler sedang bekerja di garasi rumahnya di sebuah kota kecil di Arizona pada suatu Hari daiam musim panas ketika ia mendengar jeritan seorang wanita dari saiah satu rumah tetangganya. Ia menggelindingkan kursi rodanya ke rumah ini, tetapi semak-semak yang tinggi di rumah itu tidak memungkinkan kursi rodanya mencapai pintu beiakang. Maka veteran itu keluar dari kursinya Dan merangkak tanpa peduli debu Dan semak yang harus dilewatinya.
“Aku harus sampai ke sana,” ucapnya daiam hati. “Tak peduli bagaimanapun sulitnya.”
Ketika Butler tiba di rumah itu, ia tahu bahwa jeritan itu datang dari arah koiam. Di sana seorang anak perempuan berusia kira-kira tiga tahun sedang terbenam di daiamnya. Anak itu iahir tanpa lengan, sehingga ketika ia jatuh ke daiam koiam ia tidak dapat berenang. Sang ibu hanya bisa berdiri mematung sambil menangisi putri kecilnya. Butler iangsung menceburkan diri Dan menyeiam ke daiam dasar koiam ialu membawanya naik. Wajah anak bernama Stephanie itu sudah membiru, denyut nadinya tidak terasa Dan ia tidak benapas. Read the rest of this entry →

Tidak ada komentar:

Posting Komentar